Identifikasi Aves

Identifikasi Aves
Aldyan Ismail
Tadris Biologi, INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER 
(T20158006)
 ABSTRAK

Aves adalah kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh bulu, sebagian besar Aves merupakan hewan yang beradaptasi dengan kehidupan secara sempurna. Hampir semua Aves memiliki sayap yang merupakan modifikasi dari tungkai dan kebanyakan dari mereka dapat terbang. Pada raktikum ini dilakukan pengamatan morfologi pada Aves. Praktikum ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi spesimen dari Aves berdasarkan kunci identifikasi, mengklasifikasikan spesimen Aves dan Metode yang digunakan adalah metode pengamatan spesimen di ruang laboraturium. Spesimen tersebut telah kami amati berdasarkan Karakter morfologi serta  pengklasifikasiannya. 

Kata kunci : Aves ; Animalia; Lonchura

PENDAHULUAN
         Aves adalah kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh bulu, sebagian besar Aves merupakan hewan yang beradaptasi dengan kehidupan secara sempurna. Hampir semua Aves memiliki sayap yang merupakan modifikasi dari tungkai dan kebanyakan dari mereka dapat terbang. Allah swt. berfirman dalam surah Al-An’am/6: 38 yang berbunyi:
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

Terjemahan :
         Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. 
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah swt. memperlihatkan kekuasaannya yang mencakup segala aspek dalam penciptaan segala jenis makhluk hidup yang ada di muka bumi. Baik itu yang melata dengan berjalan menggunakan seluruh tubuhnya ataukah yang berjalan dengan kakinya atau yang dapat terbang dengan sapasang sayap, semuanya adalah umat yang bertasbih memuji Allah swt. yang kemudian akan dimintai pertanggung jwaban di hari akhir kelak tanpa terkecuali.
Sebagaimana yang diketahui burung dalam ayat di atas termasuk salah satu hewan vertebrata dari kelas Aves. Burung memiliki sepasang sayap yang merupakan modifikasi dari tungkau sehingga burung dapat terbang dengan kecepatan terbang sekitar 30 sampai 75 km/jam dengan pundi-pundi udara sebagai alat pernapasan tambahan yang membantu burung bernapas ketika terbang.

METODE PENELITIAN

Alat dan Bahan
       Alat dan bahan: Alat penggaris pensil pulpen buku dan tentunya objek yang diteliti yaitu burung aves burung pipit yang berwarna agak coklat ke merah merahan yang dibeli ditoko abah.
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan dilaboraturium lab terpadu iain jember pada jam 13.00 dan pada hari kamis tanggal 24 mei 2018.  
 
Prosedur Kerja
            Pada praktikum ini kami menggunakan 1 spesimen aves. Prosedur kerja yang digunakan untuk pengamatan spesimen tersebut sama yaitu menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk pengamatan, metakkan spesimen di atas papan seksi, sebelumnya spesimen dibius dengan klorofoam, lalu mengamati morfologi  spesimen dan mengukurnya dengan penggaris. Kemudian mencatat karakter morfologi yang meliputi : Bentuk Tubuh, Warna Tubuh, Simetri Tubuh, Ukuran Tubuh (Panjang & Lebar). Setelah itu menggambar secara skematis spesimen dan memberi keterangan bagian-bagian tubuh yang ditunjuk. Kemudian menulis klasifikasinya mulai tingkat Kingdom sampai Spesies, dan tulis kunci identifikasinya serta membuat dendogram berdasarkan karakter morfologi yang telah diamati. Terakhir adalah menganalisis hasil pengamatan.
HASIL
Tabel I : Gambar hasil pengamatan Aves




Nama specimen dan Karakter Morfologi
  • Klasifikasi Burung Pipit
       Kingdom: Animalia
       Phylum: Chordata
       Class: Aves
       Order: Passeriformes
       Family: Estrildidae
       Genus: Lonchura
       Species: Lonchura punctulata
  • Karakter morfologi
  1. Diameter tarsus : 1,6 mm
  2. Panjang tarsus : 15 mm
  3. Panjang kepala : 25 mm
  4. Lebar kepala : 12,8 mm
  5. Lebar paruh : 7,7 mm
  6. Panjang paruh : 11 mm
  7. Panjang total : 120 mm
  8. Panjang ekor : 44 mm
  9. Warna sayap coklat
  10. Tipe ekor bertakik
  11. Tipe paruh hawfinch
  12. Tipe cakar jarak 
  13. Warna ekor abu-abu.  
PEMBAHASAN
        Burung pipit adalah burung kecil berparuh pendek pemakan biji-bijian. Nama latin burung pipit adalah Lonchura punctulata. Sekilas nampak kemiripan fisik antara burung pipit dengan burung gereja/house sparrow, karena burung gereja (Passer domesticus) dan burung pipit tergabung dalam satu ordo yang sama: Passeriformes, meskipun berbeda family. Nama lain burung pipit di Indonesia adalah Emprit atau Bondol. Sedangkan di luar negeri, burung pipit dikenal dengan nama Munia (spesies burung pipit dari Asia),  Mannikin (spesies burung pipit dari Afrika) atau Silverbills.
         Burung pipit bertubuh kecil, dengan panjang tubuh antara 10-12 cm dan berat 10-14 gram. Kuku burung pipit tumbuh sangat cepat. Burung pipit jantan memiliki kepala yang sedikit lebih lebar dibanding burung pipit betina. Burung terbang dengan cara mengepakkan sayap - sayapnya. Gerakan sayap dapat dikendalikan oleh otot-otot terbang yang sangat kuat. Otot-otot tersebut melekat pada tulang dada. Burung memiliki dua otot terbang, ketika salah satu otot menarik ke bawah otot yang lain menarik sayap ke atas. Bulu burung selain berfungsi untuk terbang, bulu-bulu pada burung juga berfungsi untuk menahan panas sehingga tubuh burung dapat menjaga panas tubuhnya. Otot bekerja lebih efisien dalam keadaan hangat. Teknik terbang (Burung terbang dengan mengepakkan sayap), yaitu mengepakkan sayap dari atas ke bawah untuk menimbulkan gerakan yang mengangkat dan mendorong tubuhnya di udara. Gerakan mendorong dan mengangkatkan sayap, memerlukan kekuatan yang paling besar. Sementara pada saat mengangkat sayap, memerlukan kekuatan yang lebih kecil. Pada saat mengangkat sayap, burung menempatkan posisi sayapnya ke semula, untuk memulai gerakan mendorong dan mengangkat tubuh kembali.
       Burung pipit tinggal di area terbuka di dekat sumber makanan mereka dimana terdapat banyak tanaman rumput berbiji seperti sawah atau padang rumput. Burung pipit membuat sarang untuk berlindung dari panas dan hujan di atas pohon pada ketinggian lebih dari 4 meter. Pohon-pohon yang biasanya dipilih sebagai tempat membuat sarang adalah pohon pinang, kelapa atau pohon jambu yang rimbun.Burung pipit hidup dalam kelompok. Di dalam satu kelompok sering ditemukan adanya variasi jenis/spesies pipit yang berbeda. Kelompok pipit dalam jumlah besar merupakan hama padi yang sangat merugikan.
        Makanan utama burung pipit adalah biji-bijian (seed) seperti padi dan millet. Saat musim kawin, burung pipit akan memakan dedaunan hijau dan serangga sebagai tambahan nutrisi. Untuk burung pipit peliharaan, makanan lebih bervariasi tergantung selera: beras, remahan roti, pupa semut, tauge, bayam, parutan wortel, ulat hongkong, hingga tulang sotong.  Makanan burung diambil dengan paruh, burung pipit memakan biji – bijian sehingga ia mengambil biji – bijian tersebut dengan paruhnya, kemudian makanan atau biji tersebut masuk ke dalam rongga mulut dari rongga mulut makanan atau biji tersebut masuk ke dalam kerongkongan, selanjutnya masuk ke dalam tembolok. Pada burung pemakan biji, temboloknya besar. Kemudian dari empedal, makanan masuk ke usus halus. Usus halus terdiri dari usus duabelas jari, usus kosong dan usus penyerapan. Pada usus dua belas jari di lekukannya, terdapat kelenjar pankreas. Getah kelenjar pankreas dialirkan ke usus duabelas jari. Pada usus ini, juga bermuara saluran empedu yang mengalirkan getah empedu dari kantung empedu di hati. Pada burung pemakan biji, usus halusnya berukuran panjang. Pada usus halus ini terjadi penyempurnaan pencernaan. Selanjutnya sari - sari makanan diserap oleh jonjot usus. Pada jonjot usus ini banyak terdapat pembuluh-pembuluh darah. Sisa makanan yang tidak tercerna membentuk feses (tinja). Tinja akan menuju ke usus besar dan akhirnya keluar lewat kloaka. Kloaka adalah muara dari saluran pencernaan, saluran kencing dan saluran alat perkembangbiakan. 
     Pada burung pipit, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk.
Pernapasan pada burung saat istirahat :
     Burung mengisap udara kemudian udara mengalir lewat bronkus ke pundi-pundi udara bagian belakang bersamaan dengan itu udara yang sudah ada di paru-paru mengalir ke pundi - pundi udara, udara di pundi-pundi belakang mengalir ke paru-paru kemudian udara menuju ke pundi - pundi udara depan.
- Fase Inspirasi :
Tulang dada bergerak > tulang-tulang rusuk bergerak ke bawah / atas > rongga dada membesar > paru-paru mengembang > udara masuk ke paru-paru > lalu masuk ke kantong udara bagian belakang > masuk ke paru-paru > lalu masuk ke kantong udara bagian depan.
- Fase Ekspirasi :
Tulang dada bergerak > tulang-tulang rusuk keatas > rongga dada mengempess > paru-paru mengecil > ada udara dari kantong udara > lalu  paru-paru (parabronkus) terjadi difusi > kemudian udara dikeluarkan.
Pernafasan burung    saat       terbang:
     Saat terbang pergerakan aktif dari rongga dada tidak dapat dilakukan karena tulang dada dan tulang rusuk merupakan pangkal perlekatan otot - otot yang berfungsi untuk terbang. Saat mengepakan sayap (sayap diangkat ke atas), kantong udara di antara tulang korakoid terjepit sehingga udara kaya oksigen pada bagian itu masuk ke paru-paru.
- Fase Inspirasi :
Sayap terangkat > kantong udara diketiak mengembang > rongga dada membesar > paru-paru mengembang > kantong udara diselangkang terjepit > kemudian udara masuk.
 - Fase Ekspirasi:
Sayap diturunkan > kantong udara diketiak terjepit > kantong udara diselangkang mengembang > paru-paru mengempis > kemudian udara keluar.
     Alat ekskresi pada burung terdiri dari ginjal (metanefros), paru-paru dan kulit. Burung memiliki sepasang ginjal yang berwarna coklat. Saluran ekskresi terdiri dari ginjal yang menyatu dengan saluran kelamin pada bagian bawah usus (kloaka). Burung mengekskresikan zat berupa asam urat dan garam. Kelebihan kelarutan garam akan mengalir ke rongga hidung dan keluar melalui nares (lubang hidung). Burung hampir tidak memiliki kelenjar kulit, tetapi memiliki kelenjar minyak yang terdapat pada tunggingnya. Kelenjar minyak berguna untuk meminyaki bulu-bulunya. Di dalam kloaka juga terjadi reabsorpsi air yang menambah jumlah air dalam tubuh. Nitrogen dibuang sebagai asam urat yang dikeluarkan lewat kloaka sebagai kristal putih yang bercampur feses.
      Sistem sirkulasi pada burung tersusun oleh jantung sebagai pusat peredaran darah, dan pembuluh-pembuluh darah. Jantung burung terdiri dari dua serambi yang berdinding tipis serta dua billik yang dindingnya lebih tebal. Pembuluh-pembuluh darah dibedakan atas arteri dan vena.Vertebrata ini memiliki jantung yang terdiri atas empat ruang, meliputi atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan, dan ventrikel bilik kiri. Proses peredaran darah burung dimulai saat darah yang mengandungkarbondioksida (Co2)  dari seluruh jaringan tubuh menuju jantung tepatnya ventrikel kanan oleh jantung, kandungan karbondioksida (Co2) dalam darah dipompa menuju paru-paru untuk dilepaskan, sedangkan gas oksigen (O2) diikat paru-paru. Kandungan oksigen dalam darah ini dialirkan menuju ke jantung lagi, selanjutnya masuk ke atrium kiri, dan akhirnya ke ventrikel kiri. Peredaran yang demikian ini dinamakan peredaran darah kecil. Setelah dari ventrikel kiri, darah yang mengandung oksigen akan diedarkan menuju seluruh sel tubuh. Pada sel-sel tubuh ini, kandungan oksigen dalam darah dilepaskan, sementara gas karbondioksida sebagai sisa metabolisme diikat. Kemudian, darah yang mengandung karbondioksida ini dialirkan menuju jantung. Peristiwa ini akan terjadi berulang-ulang dan dinamakan peredaran darah besar.
       Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok burung tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka.
·         Sistem Genitalia Jantan.
a. Testis berjumlah sepasang terletak di sebelah ventral lobus penis bagian paling kranial. Di sinilah dibuat dan disimpan spermatozoa.
b. Saluran reproduksi, tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Pada burung-burung kecil, duktus deferen bagian distal yang sangat panjang membentuk sebuah gelendong yang disebut glomere. Dekat glomere bagian posterior dari duktus aferen berdilatasi membentuk duktus ampula yang bermuara di kloaka sebagai duktus ejakulatori.duktus eferen berhubungan dengan epididimis yang kecil kemudian menuju duktud deferen. Duktus deferen tidak ada hubungannya dengan ureter ketika masuk kloaka.
·          Sistem Genitalia Betina.
a. Ovarium,  ovarium aves yang berkembang hanya yang kiri, dan terletak di bagian dorsal rongga abdomen.
b. Saluran reproduksi, oviduk yang berkembang hanya yang sebelah kiri, bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian, bagian anterior adalah infundibulum yang punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Di posteriornya adalah magnum yang akan mensekresikan albumin, selanjutnya istimus yang mensekresikan membrane sel telur dalam dan luar. Uterus atau shell gland untuk menghasilkan cangkang kapur.
Proses Festilisasi
Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka. Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk, ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur. Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung.
         Burung pipit akan siap kawin setelah usia 7 bulan. Musim kawin burung pipit biasanya terjadi pada musim hujan. Burung pipit akan membuat sarang yang terbuat dari rumput kering dan sabut kelapa. Sarang mereka berbentuk bulat seperti bola dengan lubang di satu sisinya untuk tempat induk keluar masuk. Burung pipit akan bertelur sebanyak 4-8 butir dan telur mulai dierami setelah telur ketiga dikeluarkan. Selama pengeraman, jantan dan betina akan bergantian mengerami, namun betina yang akan lebih sering mengeram karena sifat keibuan mereka. Lama pengeraman adalah 13-14 hari. Setelah menetas, anak burung pipit akan mulai belajar terbang saat berusia 21-25 hari. Anak burung pipit muda memiliki warna bulu coklat muda polos, dan baru akan mendapatkan pola warna bulu spesies mereka setelah benar-benar dewasa.

KESIMPULAN
       Burung pipit adalah burung kecil berparuh pendek pemakan biji-bijian. Nama latin burung pipit adalah Lonchura punctulata. Burung pipit bertubuh kecil, dengan panjang tubuh antara 10-12 cm dan berat 10-14 gram. Kuku burung pipit tumbuh sangat cepat. Burung pipit jantan memiliki kepala yang sedikit lebih lebar dibanding burung pipit betina. Burung pipit tinggal di area terbuka di dekat sumber makanan mereka dimana terdapat banyak tanaman rumput berbiji seperti sawah atau padang rumput. Burung pipit membuat sarang untuk berlindung dari panas dan hujan di atas pohon pada ketinggian lebih dari 4 meter. Burung pipit hidup dalam kelompok. Di dalam satu kelompok sering ditemukan adanya variasi jenis/spesies pipit yang berbeda. Makanan utama burung pipit adalah biji-bijian (seed) seperti padi dan millet. Saat musim kawin, burung pipit akan memakan dedaunan hijau dan serangga sebagai tambahan nutrisi. Burung pipit akan siap kawin setelah usia 7 bulan. Musim kawin burung pipit biasanya terjadi pada musim hujan. Burung pipit akan membuat sarang yang terbuat dari rumput kering dan sabut kelapa. Sarang mereka berbentuk bulat seperti bola dengan lubang di satu sisinya untuk tempat induk keluar masuk. Burung pipit akan bertelur sebanyak 4-8 butir dan telur mulai dierami setelah telur ketiga dikeluarkan. Lama pengeraman adalah 13-14 hari. Setelah menetas, anak burung pipit akan mulai belajar terbang saat berusia 21-25 hari. Anak burung pipit muda memiliki warna bulu coklat muda polos, dan baru akan mendapatkan pola warna bulu spesies mereka setelah benar-benar dewasa.

DAFTAR PUSTAKA

Jafnir. 1985. Pengantar Anatomi Hewan Vertebrata. Universitas Andalas : Padang.
Jasin, M. 1992. Zoologi Vertebrata Untuk Perguruan Tinggi. Sinar Jaya: Surabaya
Kimball, J. W. 1983. Biologi. Jilid III. Erlangga : Jakarta.
https://adearisandi.wordpress.com/2012/11/30/burung-pipit/
https://id.wikipedia.org/wiki/Pipit
http://rikepanges.blogspot.com/2013/05/burung-pipit.html
https://tafsirq.com/6-al-anam/ayat-38


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Praktikum Filum Platyhelminthes, Nematoda dan Annelida

Laporan Praktikum Filum Mollusca dan Echinodermata

Identifikasi Morfologi Filum Arthropoda